Populasi Hutan Semakin Hilang Akibat Pengundulan Hutan
Di era globalisasi saat ini, masalah lingkungan kurang menjadi perhatian. Padahal lingkungan sangatlah penting bagi kelangsungan makhluk hidup di Bumi, contoh penyalahgunaan lingkungan yaitu seperti penebangan hutan secara liar. Hutan di Indonesia sangatlah kaya akan keragaman jenis populasi di dalamnya, namun seiring berjalannya waktu hutan di Indonesia menjadi terkikis karena seringnya terjadi penebangan secara liar.
Kejadian-kejadia tersebut melahirkan sebuah imajinasi dalam benak salah seorang penyair yang bernama Soni Farid Maulana, beliau mengungkapkan kekecewaannya dalam sebuah puisi yang berjudul “Tusuk Gigi” puisi tersebut bermaknakan akibat dari penebangan hutan yang dapat membinasakan populasi mahluk hidup yang berada dalam hutan tersebut
kemudian, kalau kita kaitkan dengan puisi yang berjudul “Tusuk Gigi” karya Soni Farid Maulana, memang kata-kata dalam syair puisinya yang menceritakan dampak dari penebangan hutan secara liar itu, itu memang terbukti pada zaman sekarang bahkan berpuluh tahun kebelakang pun dampak dari penebangan hutan sudah bisa dirasakan oleh masyarakat dan dampak Penebangan liar tidak hanya itu saja tetapi ini juga dapat merugikan bagi kehidupan, karena hutan sangatlah penting sebagai penjaga keseimbangan alam. Seperti yang telah kita sering dengar yaitu istilah Global Warming adalah salah satu contoh dampak dari penebangan liar, global warming bukan hanya bersumber dari asap kendaraan bermotor tapi juga dipengaruhi oleh keadaan hutan yang tidak seimbang. Kita tahu bahwa daun dari pohon bisa menetralisir karbondioksida, jadi seandainya hutan masih terjaga mungkin global warming tidak akan terjadi.
Adapun dampak lain yang ditimbulkan dari penebangan hutan secara liar yaitu banjir, tanah longsor dan berkurangnya ekosistem di dalam hutan itu sendiri. Kita sebagai manusia yang diberi akal sudah seharusnya melestarikan hutan kita sendiri, karena dampak yang ditimbulkan sangat mengancam kehidupan makhluk hidup di sekitarnya.
Sumber penyebab kerusakan hutan tersebut sebenarnya sangat banyak sekali, seperti penebangan hutan secara liar, perladangan dalam kawasan hutan secara liar, perambahan kawasan hutan, pembakaran hutan, perburuan satwa secara liar, berbagai bentuk alih fungsi kawasan hutan, dan lain sebagainya. Semua kegiatan perusakan hutan tersebut menyebabkan turunnya kualitas habitat dan menyempitnya habitat alamiah satwa, hilangnya sumber pakan satwa, menyebabkan satwa terganggu dan berpindah tempat, terganggunya proses reproduksi dan kematian satwa, hilangnya fasilitas bernaung/berteduh bagi satwa, hilangnya tempat bersarang dan tempat bertengger satwa arboreal.
Bahkan Soni Farid Maulana mengatakan dalam Syairnya “Dengan gergaji kiranya bikin beragam hewan mengungsi kedalam catatan buku biologi atau kedalam cerita kanak-kanak yang dibaca sambil tiduran” dan kata-kata itu membuktikan bahwa ekosistem yang hidup dihutan kian lama kian menghilang dan hanya mengisahkan cerita saja bagi generasi manusia berikutnya.
Oleh karena itu, semua bentuk perusakan hutan harus tidak dilakukan (apalagi terhadap kawasan pelestarian alam atau kawasan konservasi) karena dapat mengganggu keseimbangan ekosistem hutan tersebut.
Kondisi ekosistem hutan konservasi yang memprihatinkan itu ternyata belum membuat seluruh masyarakat sadar untuk berupaya menjaga dan memulihkan kembali kondisinya agar keseimbangan ekologi di dalamnya menjadi baik. Padahal kawasan konservasi diharapkan bisa menjadi pilar untuk melestarikan tipe ekosistem asli, serta melestarikan keanekaragaman flora dan fauna. Oleh karena itu, pengelola TNWK dan TNBBS harus berupaya memulihkan keseimbangan ekologi dalam ekosistem hutan konservasi dengan memprioritaskan program percepatan rehabilitasi kawasan hutan agar daya dukung lingkungan habitat satwa menjadi baik, serta meningkatkan program pengamanan kawasan hutan dari berbagai faktor perusak hutan.
Namun upaya tersebut harus didukung sepenuhnya oleh pemerintah dan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dukungan pemerintah yang dibutuhkan secara nyata terutama terkait dengan penerapan kebijakan penanganan penyebab dan pelaku perusak hutan, kemudian pembinaan masyarakat akan kesadaran hukum, serta penegakan hukum. Bahkan salah satu pesan dari puisi Soni Farid Maulana yang berjudul “Tusuk Gigi” di antaranya bahwa Kesadaran juga sangat diperlukan dalam hal ini, karena tanpa kesadaran dari dalam diri kita, semua itu hanya akan menjadi angin lalu. Jadi kita sebagai ciptaan tuhan harus selalu menjaga dan melestarikan sesuatu yang telah di ciptakan Nya.
Kemudian di samping itu pemerintah seharusnya segera mengambil sikaf tentang hal ini, seperti contohnya melakukan reboisasi (penanaman kembali) hutan-hutan yang telah gundul. dan juga harus slalu melakukan sosialisasi di daerah-daerah mengenai betapa pentingnya hutan bagi kehidupan kita.